Di SMP, saya membenci OSIS. Saya merasa pengurus OSIS hanyalah sekumpulan orang-orang sok sibuk.

Di SMA, saya masih membenci OSIS, masih merasa pengurus OSIS hanyalah sekumpulan orang-orang sok sibuk.

Mungkin hanya saya yang salah sangka, saya berpikir begitu.

Mungkin karena kurang adanya komunikasi antara OSIS dan siswa, saya berpikir begitu.

Di kuliah, saya mencoba mengenal mereka melalui organisasi kemahasiswaan, BEM.

Mencoba membangun komunikasi antara BEM dengan mahasiswa.

Mencoba menjadi bagian BEM sekaligus menjadi bagian mahasiswa.

Mencoba merangkul semuanya.

Agar tidak ada lagi orang-orang seperti saya sewaktu di SMP dan SMA dulu.

Tapi mungkin tangan saya terlalu kecil.

Dan ketika saya sadar, saya telah menjadi orang-orang sok sibuk yang saya benci dulu.

Notes

Comments (View)
blog comments powered by Disqus